Jelang 2014 Pemilu Nasional untuk Legislatif dan Presiden, partai politik dan para politisinya mulai sibuk melakukan strategi untuk pemenangan. Ada yang sudah jauh - jauh hari melakukan kampanye dengan cara kunjungan2 ke masyarakat, konsolidasi kader di daerah2 dan ada juga yang mengiklankan diri di Televisi.
Walaupun hari - H masih sangat lama namun usaha yang dilakukan untuk 'Mempopulerkan Diri' sudah di mulai dari 2 tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan ini Saya ingin mengajak sahabat2 untuk melihat betapa semangatnya para 'Pejuang Politik' ini untuk mendapatkan posisi ato jabatan. Dan berapa dana yang sudah di keluarkan dan yang akan di belanjakan dalam upaya tersebut. Ruuuuar biasa.....
Coba Kita perhatikan Iklan Capres yang sudah mulai tampil di Televisi, berapa kali sehari, berapa hari sebulan dst. Itu dari iklan TV belum Spanduk, Banner atau yang kita ga lihat kemungkinan adajuga Sembako pada saat kunjungan ato bentuk suvenir2 Pin, Kalender dll.
Kemudian untuk Caleg yang akan berjuang di 2014 nanti juga pasti akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Mengutip dari Situs Detik.com, seorang Politisi senior mengatakan seorang calon Anggota DPR untuk mendapat posisinya itu mengeluarkan Biaya hingga 6 milyar rupiah. Woooow Fantastis ...
Bisa dihitung biaya yang berputar dari sekian Caleg.(Kalikan ndiri yaaa...).
Dana yang segitu besar jika di kumpulkan bisa melunasi Hutang negara kale (yang notabene jd beban Rakyat) daripada dibelanjakan buat Spanduk, Banner selebaran dll trus kalo sudah jadi Anggota, Uangnya 'Diambil' lagi dari Proyek2 he.... (bener gak Seh...?).
Melihat kondisi yang terjadi di negeri Jamrud Khatulistiwa ini sungguh sangat tidak menyenangkan. Dari berita media Elektronik maupun Media Cetak masih banyak masyarakat yang untuk makan saja senin kamis belum untuk sekolah anak2 mereka bahkan ada yang harus bekerja membantu orangtua cari nafkah karena biaya tidak cukup tapi dilain pihak Para "Wakil Rakyat" yang mencalonkan lagi dan para Caleg ini membelanjakan sekian milyar rupiah hanya untuk kepentingan Pribadi.
Belanja sebesar itu bukan untuk 2014 saja tapi setiap 5 tahun sekali sejak dulu. Belum lagi biaya yang keluar dalam PILKADA dari tingkat Kades, Walikota, Bupati hingga gubernur seluruh Indonesia...
Belanja sebesar itu bukan untuk 2014 saja tapi setiap 5 tahun sekali sejak dulu. Belum lagi biaya yang keluar dalam PILKADA dari tingkat Kades, Walikota, Bupati hingga gubernur seluruh Indonesia...
Apakah berita yang dikonsumsi oleh para Politisi itu hanya sebagi komoditas diskusi di forum2 saja tapi untuk menimbulkan dan meningkatkan rasa empati kepada orang pinggiran ini no comment...
Kesan yang timbul adalah Lu lu Gue gue sangat jelas terlihat...
~ Ajakan untuk lebih Peduli ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar